Akibat Hujan Deras 7 Wilayah di Indonesia Ini Terkena Banjir

Akibat Hujan Deras 7 Wilayah di Indonesia Ini Terkena Banjir – Sejak awal 2021, hujan lebat di Indonesia terus menggenangi banjir yang berdampak pada banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperingatkan masyarakat akan hujan deras.

Akibat Hujan Deras 7 Wilayah di Indonesia Ini Terkena Banjir

Sumber : popmama.com

irregulartimes – Dilihat dari pergerakan awan, masih terjadi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia. BNPB terus mengamati bencana hidrometeorologi, contohnya banjir di sejumlah wilayah di Indonesia hingga akhir pekan pekan pertama Februari 2021.

Tidak mungkin untuk menghindari bencana alam seperti itu, yang menyebabkan cedera diri, pengungsian, dan hilangnya nyawa. Melihat situasi tersebut, masyarakat pun diminta untuk memperhatikan banjir susulan.

Selain itu, bagi ibu-ibu yang tinggal di daerah rawan banjir. Dihimpun dari Popmama.com, berikut Rangkuman wilayah di Indonesia yang terkena banjir :

1. 70 unit rumah tergenang di Lombok

Sumber : harmonionline.net

Di Provinsi NTB, banjir terjadi di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, membanjiri 70 rumah.

Karena ketinggian banjir yang tidak terlalu tinggi atau mencapai 60 cm, warga memilih tinggal di rumah.

Masih di NTB, bencana banjir bandang menerjang Desa Nangatumpu di Kecamatan Dompu Manggelewa. Pada Jumat 5 Februari 2021, hujan deras memicu banjir.

Itu berlangsung beberapa jam antara pukul 16.00 dan 22.00 waktu setempat. Banjir bandang Dompu berdampak pada 140 keluarga dan dievakuasi di dua lokasi.

Banjir bandang Dompu juga menyebabkan kerusakan material, misalnya 140 rumah terendam, 50 rumah rusak berat, 2 rumah hanyut, dan dinding SMPN 6 dan SDN 9 hancur. Kondisi banjir sudah surut dan aktivitas masyarakat kembali normal.

Selain itu, banjir NTB terjadi di Kabupaten Bima. Ada dua desa di Kecamatan Waha Kabupaten Bima, yaitu Naru dan Tente.

Banjir tersebut dipicu oleh curah hujan ringan hingga sedang yang meluap dari sungai di Desa Tiante. Saat banjir terjadi, sekitar 90 rumah terendam pada ketinggian 60-80 cm.

Data BNPB per tanggal 7 Februari 2021 yaitu pukul 19.30 WIB. Sepanjang Februari terdapat 66 bencana yang tercatat 40 kali banjir, 12 puting beliung, 10 longsor, 2 hutan dan kebakaran, serta 1 pasang dan abrasi. Korban tewas 7 orang dan sebanyak 6 orang akibat banjir.

Memperhatikan ramalan puncak musim hujan, bulan ini mengimbau masyarakat untuk meningkatkan persiapan dan meningkatkan kewaspadaan.

Berbagai tindakan pencegahan bisa dilakukan, seperti menyediakan air minum, jajan, obat-obatan, dan mematikan listrik di rumah saat banjir melanda.

Baca juga : Fakta-fakta Tanggul Kali Bekasi di Pondok Gede Permai Rebah

2. Banjir bandang Dompu mengakibatkan 140 KK

Sumber : g-news.id

Hujan yang beberapa hari terakhir ini membanjiri banyak wilayah Kabupaten Dompu. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (4/1), Imran M Hasan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tempe, mengatakan: “Kabupaten Tamp sangat rawan banjir, puting beliung, dan gunung. Dampak longsor.”

Ia mengatakan, bencana banjir biasanya disebabkan oleh intensitas hujan lebat dan lamanya hujan yang berujung pada banjir sungai, banjir permukiman atau rumah warga yang tinggal di bantaran sungai bahkan di jalan raya.

Ia menjelaskan: “Banjir juga disebabkan oleh banyaknya sampah di tepi sungai, sehingga air tidak bisa mengalir di sepanjang sungai.” Di saat yang sama, bencana tanah longsor yang terus terjadi di Imran disebabkan oleh penggundulan hutan, begitu pula saat itu hujan, tanah pegunungan rawan longsor.

Dia menjelaskan: “Jika tanah longsor mudah terjadi di pegunungan saat musim hujan,”.

Di saat yang sama, bencana puting beliung kerap terjadi pada saat hujan dan disertai angin. Dia berkata: “Jadi jangan heran jika tornado terjadi saat hujan.”
Ia menjelaskan, lokasi rawan banjir tersebut antara lain di Jalan Dompu: Desa Bada, Bali Satu, Desa Karijawa dan Desa Potu.

Jalan Woja: Desa Simpasai, Desa Kandai Dua, Desa Wawonduru, Desa Monta Baru, Desa Matua, Desa Bara dan Desa Madaparama.

Sementara di Kecamatan Pajo: Desa Jambu, Lune dan Ranggo. Distrik Danau, Desa Daha dan Desa Suowei. Kecamatan Kempo: Desa Kempo, Desa Ta’a, Soro, Tolokalo dan Songgajah. Kilo County: Desa Klamath, Mburu dan Lassi.

Kecamatan Pekat: Desa Calabai dan Kecamatan Manggelewa, Desa Napa.

Daerah yang paling parah terkena banjir adalah Bada, Bali Satu, Karijawa, Kandai Dua dan beberapa daerah yang sangat dekat dengan tepian sungai.
Ia menjelaskan: “Sedangkan tempat-tempat yang rawan longsor adalah Desa Napa, Desa Nanga Thongpu, Desa Jabu dan Desa Kande Satu.”

“Mengenai total kerugian akibat banjir dan longsor, kami belum merilis data atau data secara keseluruhan. Namun, kerugian yang ditimbulkan akibat bencana ini kepada masyarakat masih bernilai,” ujarnya.

Meski tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan. Namun menurut pantauan media semacam ini, akibat banjir bandang beberapa pekan terakhir ini, banyak fasilitas jalan di desa dan kawasan jalan yang rusak bahkan ada yang terputus.

Misalnya yang terjadi di perempatan Desa Lune di Kecamatan Dompu dan Rabalaju Mbawi di Desa Jambu. Abdul Muis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Tempo, mengatakan: “Di kawasan ini, seluruh jalan seolah tertutup lumpur tebal, kerikil, dan sedimen batu (4/1).”

Alhasil, material ini terbawa banjir hingga ke pemukiman warga dan menggenangi jalan raya. Bahkan banyak melanda sawah dan sawah milik warga. Banjir banjir dan serangan hebat.

Beberapa persimpangan di Desa Lune dan Jambu kini rusak parah dan hampir terputus. Ia melanjutkan, “Kerusakan itu karena jatuhnya gorong-gorong, dan gorong-gorong itu selalu berfungsi sebagai saluran drainase.”

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan mengerahkan staf teknis dari Kementerian Jalan dan staf kantor PUPR Dompu.
Ia mengatakan: “Selain tim, kami juga mengerahkan banyak alat berat untuk membantu aktivitas di daerah banjir.”

3. 90 rumah terendam di Bima juga terdampak banjir

Sumber : popmama.com

Air yang diangkut dari wilayah Dongxiang menyebabkan banjir di beberapa wilayah di distrik Madabanga di Kabupaten Pima Utara di New Territories. BPBD mencontohkan, sekitar WITA Selasa (31/12/2019), hujan deras mengguyur tiga desa di kawasan itu hingga mencapai satu meter.

Tiga desa yang terkena banjir adalah Boluo, Kandi dan Mongo. Bambang Hermawan, Kepala Badan Penanggulangan Darurat BPBD Kabupaten Bima, mengatakan: “Banjir yang menggenangi permukiman berasal dari kawasan Donggo.”

Berdasarkan hasil pantauan tim BPBD, ketinggian air di banyak tempat mencapai lutut orang dewasa, hingga satu meter. Banjir juga mengganggu arus lalu lintas di jalan lintas pedesaan. Banyak pejabat gabungan dikirim ke lokasi untuk membantu warga yang terkena dampak.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut. Untuk mengetahui jumlah rumah terdampak dan kerugian yang ditimbulkan, pihak terkait masih melakukan pendataan. Ban Bang mengatakan: “Konsekuensi banjir masih dikaji dengan cepat oleh lembaga desa dan pemimpin jalanan.”

Sebelum berita ini dirilis, terlihat bahwa genangan air di banyak permukiman secara bertahap surut.

Namun, masih ada genangan air di beberapa titik. Bambang mengatakan: “Sampai saat ini masih ada air yang menggenangi desa-desa warga. Upaya kami masih terus dipantau dan kami tetap waspada dalam situasi darurat.

4. 744 KK terdampak akibat banjir di Jember

Sumber : popmama.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Jember mengatakan, 436 rumah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung terdampak banjir.

Jember Heru Widagdo, Kepala Dinas Darurat dan Logistik BPBD, mengatakan: “Akibat meluapnya Sungai Bedadung, banjir melanda 436 rumah penduduk, fasilitas pendidikan dan dua tempat ibadah. Petugas masih melakukan pendataan.” Sabtu, 30 Januari 2021, Jamber.

Hujan deras menggenangi beberapa wilayah di Jember selama beberapa jam, yang menyebabkan Sungai Bedadung meluap.

Dia mengatakan: “Menurut data, banjir melanda 13 desa dan jalan di tujuh wilayah, tapi sejauh ini kami belum menerima laporan adanya korban jiwa, mudah-mudahan tidak.”

BPBD bekerja sama dengan instansi lain dan puluhan relawan untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir, terutama para lansia, ibu, dan balita.

Ia mengatakan: “Dinas Sosial Tagana juga telah mendirikan dapur umum di UPT Perhimpunan Perlindungan Lingkungan (Liposos) untuk mendistribusikan makanan kepada warga yang terkena dampak banjir.”

Menurut data BPBD Jember, wilayah terdampak banjir yaitu Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk memiliki 12 rumah, kemudian di Desa / Kecamatan Kalisat banjir merendam Ponpes Nurul Qur’an dan 20 rumah dengan ketinggian air 100 cm. Dan toko.

Banjir juga merendam rumah Puri Antirogo di Desa Patemon, Kecamatan Pakusari sebanyak 19 rumah, kemudian Jalan / Kelurahan Patrang di Kampung Durenan, Kecamatan Patrang, Kecamatan Sumbersari, dan Gladak Kembar di Kecamatan Sumbersari.

Kemudian ada Kecamatan Kepatihan di Kecamatan Kaliwates, Jalan Bengawan Solo di Kecamatan Pakusari dan Kecamatan Sumbersari, Perumahan Villa Indah Tegalbesar dan Desa / Kecamatan Ramipuji.

Hingga Sabtu pagi, beberapa lokasi banjir telah surut. Meski demikian, warga tetap waspada untuk meningkatkan kewaspadaan, dan diperkirakan dengan curah hujan yang tinggi di Jember, banjir akan terus menggenangi.

5. Bekasi kembali mengalami banjir

Sumber : megapolitan.kompas.com

Sejak Minggu pagi (24/1) pagi, sebanyak 6 kecamatan terendam banjir pascabanjir di Bekasi, Provinsi Jawa Barat pasca hujan barat. Di gedung dosen IKIP Jati Kramat, ketinggian air bahkan mencapai 1 meter.

Agus Harpa, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, mencontohkan, ketinggian air mulai turun rata-rata 50 hingga 60 cm. Di gedung dosen IKIP, data terakhir dari BPBD Kota Bekasi menunjukkan banjir mulai melemah di ketinggian 30 hingga 50 cm.

Argus mengatakan dalam keterangannya: “Ketinggian gedung dosen IKIP di Desa Jati Kramat telah berkurang hingga lebih dari 30-50 cm, dan dua pompa sudah diaktifkan.”

Selain gedung dosen IKIP, air hujan telah merendam dua wilayah di Kecamatan Rawalumbu dengan ketinggian rata-rata 10-20 cm. Banjir juga merendam kompleks perumahan Pondok Hijau Permai dan kompleks perumahan Suzuki Desa Pengasinan.

Di Jalan Pondok Gede air hujan tergenang di 5 titik, yaitu Kelurahan Jati Bening dengan ketinggian 60 cm dan Kelurahan Jati Cempaka dengan ketinggian 30-40 cm. Ketinggian Perumahan Jatibening Permai bahkan mencapai 1,2 meter.

Ia mengatakan: “Gedung Jati Benning 1 di Desa Jati Benning tingginya sekitar 60 cm. Menurut pengamatan, Gedung Rumah Jati Benning Permai terendam 120 cm.”

Kemudian di Jalan Satria, Medan, rata-rata ketinggian air di Desa Harapan Mulya dan Kali Baru 30-40 cm. Kemudian di Kabupaten Bekasi Selatan rata-rata ketinggian air mencapai masing-masing 20-30 cm yaitu Jalan Palem Raya dan Taman Cikunir.

Terakhir di Bekasi Barat, rata-rata ketinggian air 60 cm. Banjir membanjiri Tol Kali Malang, Kota Bintang, Desa Jaka Sampurna, Jalan Bintara Jaya, dan Pondok Cipta yang melintas.

Ketinggian air bahkan melebihi ketinggian 90 cm Sungai TMA Kacon yang melintasi kawasan pemukiman Duta Kranji.

Katanya: “Sungai TMA Cakung 90 cm. Melewati Perumahan Duta Kranji ke Harapan Baru2. Banjir Pondok Cipta merendam 15-30 cm dan mulai menyusut.”

Sejak awal Minggu (24/1), banjir melanda banyak wilayah di Jabodetabek. Per 24 Januari, BPBD DKI Jakarta mencatat 10 lubang air dengan tinggi rata-rata 10 cm hingga 45 cm tersebar di beberapa tempat di ibu kota.

6. 15 desa yang terendam banjir di Kudus

Sumber : tubanbicara.pikiran-rakyat.com

Kudus di Jawa Tengah dilanda banjir pukul 14.00 WIB Selasa (2/2). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus melaporkan bahwa banjir yang menggenangi 15 desa disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang berkepanjangan.

Kelima belas desa yang tergenang banjir tersebut adalah Setrokalangan, Banget, Gamong, Blimbing Kidul dan Kedungdowo di Sage. Caliwangu.

Sedangkan tiga desa di Jalan Jati adalah Desa Jati Weitan, Desa Jati Kulong Kenshin, dan Desa Pasluhan Lor. Tujuh desa lainnya adalah Desa Kesambi, Desa Mejobo, Desa Golantepus, Desa Payaman, Desa Gulang, Desa Hadiwarno dan Desa Tenggeles di Kecamatan Mehobo.

Sebanyak 4.552 KK atau 10.672 jiwa terdampak banjir. Akibat jalan yang tergenang banjir, 1.200 orang tinggal di Desa Pasuruhan Lor.

7. 2.330 KK terdampak di Kecamatan Bangil, Pasuruan

Sumber : galamedia.pikiran-rakyat.com

Banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan menewaskan satu warga dan satu lainnya hilang. Wilayah BPBD yang melibatkan tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan masih mencari korban hilang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menetapkan bahwa yang meninggal berusia 70 tahun berjenis kelamin perempuan, dan korban hilang berusia 19 tahun dan berjenis kelamin perempuan.

Selain memakan korban jiwa, banjir juga melanda 9 ruas jalan. Data sementara dari BPBD (4/2) menyebutkan pada pukul 03.15 WIB sebanyak 65 warga mengungsi di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, dan terdampak 2.330 KK.

Sembilan ruas jalan terdampak di kawasan tersebut adalah kawasan Purwosari, Sukorejo, Pandaan, Prigen, Gempol, Beji, Bangil, Kraton dan Winongan.

Banjir yang terjadi kali ini diperkirakan merata dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Waspadai bencana alam ini dan letakkan barang berharga Anda di tempat yang harganya lebih tinggi dan terjangkau.