Fakta-fakta KKB Masuk Kota di Intan Jaya

Fakta-fakta KKB Masuk Kota di Intan Jaya – Di Kabupaten Intan Jaya Papua, keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) semakin mengkhawatirkan.

Fakta-fakta KKB Masuk Kota di Intan Jaya

Sumber : surabaya.tribunnews.com

irregulartimes – Sampai sekarang pun, polisi mengatakan KKB sudah masuk kota. Hal ini membuat ribuan warga memilih mengungsi. Pasukan tambahan yang dikirim dari luar Papua memperkuat kekuatan badan keamanan.

Berikut ini Fakta Tentang KKB Masuk Kota di Intan Jaya yang dihimpun dari kompas.com:

1. Status keamanan siaga satu

Sumber : id.berita.yahoo.com

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) terus melancarkan serangan teroris di Kabupaten Intan Jaya Papua yang membuat situasi mencekam.

Polisi bahkan mengatur keadaan aman menjadi siaga. KMB melepaskan tembakan dan memasuki kota. Setelah itu, warga keempat desa tersebut mengungsi ke Persatuan Pendeta Gereja Katolik Santo Mikael Bilogai di Kecamatan Sugapa.

Kapolres Intan Jaya dan Wakil Komisioner Tinggi I Wayan G Antara mengatakan saat dihubungi melalui telepon, Rabu, “Warga mengungsi karena operasi KKB, karena operasi KKB tidak hanya terhadap aparat keamanan, tetapi juga terhadap mereka.

Warga sudah meminta polisi menghentikan aktivitas pada pukul 17.00 WIT. Wayan mengatakan: “Kami telah memberikan bantuan sembako dan sembako lainnya kepada warga yang aman di dalam gedung sel. Selama ini kami terus mendata warga yang mengungsi di gedung gereja.” Ketegangan, Warga Sugapa masih aktif dari pagi hingga malam.

Ia mengatakan: “Dulu warga masih berjualan.” Seperti diketahui, jumlah warga yang mengungsi ke Kabupaten Intan Jaya terus meningkat. Hingga Senin (15/2/2021), jumlah tersebut sudah mencapai sekitar 1.000 orang.

Mereka mengungsi ke Kompleks Pastor Gereja Katolik St. Mikael Bilogai di Distrik Sugapa. Ketakutan menjadi korban konflik bersenjata antara aparat keamanan dan Tentara Pembebasan Kosovo menjadi alasan dievakuasi warga.

P Marthen Kuayo, ketua paroki di wilayah administrasi Keuskupan Timika, menghubunginya melalui telepon pada hari Selasa, mengatakan: “Dari (sebelumnya) telah ditambahkan 600 orang pengungsi dari Mamba, kemudian sekitar 400-500 orang adalah pengungsi dari Mamba.

Baca juga : 6 Fakta Lembaga Pengelola Investasi Bernama INA

2. Warga mengungsi ke gereja

Sumber : tepianindonesia.com

Rentetan baku tembak antara TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) belum lama ini membuat warga Intan Jaya Papua mengungsi ke Gereja Katolik San Misal Bilogue.

Sejak meletusnya suhu tinggi pada 15 Februari, evakuasi terus dilakukan hingga Rabu (17/2). Mereka merasa takut karena tembakan terus menerus.

Dia berkata: “Karena baku tembak antara warga sipil, kami, dan pemerintah daerah pergi menjemput warga sipil untuk menjamin keselamatan warga.” Miscell Birogai.

Yosep menjelaskan, akibat baku tembak tersebut, setidaknya tiga desa harus mengevakuasi warga ke gereja. Ia mengatakan jika situasi sudah kondusif, warga akan dikirim kembali ke rumah masing-masing.

Kemudian dia menjelaskan situasi di Kota Yokatapa kepada Sugapa, yang gugup karena tembakan sebagai tanggapan.

Ia mengatakan: “Kemarin, suara tembakan di tengah kota sangat mengerikan. Karena adanya suara tembakan di masyarakat, orang yang berjualan langsung bubar.”

Dia mengatakan itu hanya karena saat ini, kedua pihak yang bertikai belum saling menyerang. Oleh karena itu, tidak terdengar suara tembakan di lokasi tersebut. Ia pun berharap, situasi ini segera bermanfaat sehingga warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Namun, perlu dipastikan warga sekitar tidak lagi takut.

Dia menambahkan: “Kami masih merasa takut.”

Aktivis Veronica Koman juga mendesak Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) untuk membantu ribuan pengungsi melintasi Papua Nugini. Menurutnya, hal itu harus dilakukan mengingat semakin intensifnya konflik bersenjata di Bumi Sendavasi.

Hal tersebut ia ungkapkan lewat tweet di akun Twitter pribadinya @VeronicaKoman pada Rabu (17/2). Vero sendiri mengizinkan CNNIndonesia.com mengutip pernyataannya sebagai bahan berita.

Dalam kesempatan yang sama, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Kepala Humas Polda Papua, menjelaskan bahwa pengungsi memenuhi kebutuhan pemerintah daerah. Namun, dia masih belum bisa memastikan kapan bisa memulangkan pengungsi ke rumah mereka.

Dia mengatakan dalam pesan teks: “Bupati telah memenuhi permintaan Sabtu lalu.”

Seperti kita ketahui bersama, sepanjang proses Januari dan Februari 2021 terjadi baku tembak antara TNI / Polri dengan KNI.

Tembakan pertama terjadi pada Jumat (22/1). Akibatnya, dua orang prajurit TNI dilaporkan tewas di kawasan Intan Jaya. Kemudian, Partai Sembilan Rakyat turun gunung dan kembali ke daerah pemukiman dan mengambil serangkaian tindakan.

Mereka menembak seorang warga sipil bernama Boni Bagau di perbatasan Kecamatan Sugapa-Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Senin (1/2) karena diduga mata-mata TNI / Polri.

KMT juga membagikan selebaran yang menyerukan perang terbuka melawan prajurit TNI / Pori di wilayah Intan Jaya. Akhirnya kontak senjata pecah pada 15 Februari kemarin. Seorang prajurit bernama Prada Ginanjar Arianda dari Satgas Batalyon Infantri R 400 / BR tewas dalam baku tembak.

3. Pemprov kesulitan komunikasi dengan pemkab

Sumber : today.line.me

Ribka Haluk, Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua, mengaku sulit berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.

Akibatnya, koordinasi data pengungsi dan penetapan kebijakan berjalan lambat.

“Terkait bencana sosial di Intan Jaya, kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah sejak November 2020. Kami sudah minta mereka menulis surat untuk dijadikan dasar tindakan kami.

Memang karena keterbatasan penerbangan, kami tidak bisa ke sana, “kata Ribka di Jayapura, Rabu (17/2/2021).

Ia melanjutkan: “Sampai saat ini, data yang kami minta dari kantor dan gereja tidak ada. Jadi mungkin mengingat jumlah pengungsi meningkat, kami akan menurunkan tim.”

Apalagi, banyak pejabat pemerintah daerah yang terlantar saat ini, membuat koordinasi semakin sulit.

“Kami sudah koordinasi dengan penanggung jawab Dinas Sosial Intan Jaya, tapi karena merasa terancam, katanya sempat kabur ke kampung. Sebelum turun, saya minta kepada penanggung jawab daerah itu buat keputusan tanggap darurat. Menurut regulasi.

Atas dasar ini, kami dapat mengeluarkan cadangan beras pemerintah untuk membantu pengungsi dan makanan lainnya.”

4. Ratusan Brimob dari daerah lain dikirim ke Intan Jaya

Sumber : news.detik.com

Ketika situasi semakin mencekam, ratusan personel dikerahkan dari daerah lain untuk pengamanan. Sebanyak 100 pasukan Brimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dikirim untuk membantu mengatasi KKB.

Polda Jambi juga memperkuat pasukannya dengan mengirimkan 100 personel dari Brimobu Jambi ke Papua. Inspektur Kepala Polda NTT Lotharia Latif berharap pasukan bisa kembali ke rumah dengan selamat.

Latif mengatakan saat melepas anggota Brimob ke Papua: “Saya berharap bisa kembali ke Polda NTT dengan jumlah 100 orang lengkap dan selamat, bukan keberadaan satu orang pun karena alasan apapun.” Latif juga mengemukakan hal itu. Pasukannya selalu waspada dan saling melindungi.

“Terus tingkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena itu landasan utama. Misi dimulai dengan doa, karena doa menyelamatkan nyawa kita serta mematuhi SOP dan prosedur yang telah ditetapkan. Ini tidak membenarkan alasan yang biasa, tetapi terbiasa dengan yang benar. Latihan. “Dia berkata.

Ratusan Brimob asal Jambi dan NTT akan bekerja di Papua selama enam bulan, yakni hingga Agustus 2021.

Baca juga : Fakta 19 Anggota FPI Ditangkap Terduga Teroris

5. Prajurit TNI Gugur dalam Kontak Tembak

Sumber : suara.com

Pada Senin (15/2/2/2), kembali terjadi baku tembak antara anggota Batalyon Infantri 400 / BR Raider dengan kelompok kriminal bersenjata di Desa Mamba, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Indanjaya, Papua. Seorang anggota TNI AD, prajurit kedua Jinanjar, tewas dalam peristiwa ini.

Saat dihubungi Jayapura, Brigjen Susvatio, Asisten Kepala Staf Komando Pertahanan Udara Gabungan Ketiga, membenarkan kejadian tersebut.

Suswatyo mengatakan, penembakan di Desa Mamba terjadi pada WIT 08.20. Dalam kejadian itu, Ginanjar dipukul di bagian perut oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Kondisi perut Ginanjar setelah ditembak sangat krusial. Suswatyo mengatakan, setelah mendapat perawatan, nyawa korban tidak terselamatkan dan dibunuh di tempat kerja.

Dijelaskannya, jenazah Suswatyo telah dievakuasi dengan helikopter Bell Penerbad milik Sugapa dan tiba di Timika pada pukul 09.35 EST 20/3 / IJK Kostrad (Mako Brigif Raider) lapangan sepak bola.

“Saat helikopter tiba di Timika, jenazah langsung dibawa ke RS Mitra Masyarakat. Saat ini jenazahnya dimakamkan di markas Batalyon Infanteri 754 / ENK,” kata Suswatyo.

Ia menambahkan, rencananya, jenazah almarhum akan dipulangkan dengan pesawat ke kampung halamannya di Jawa Barat pada Selasa (16/2/2021).

Sebelumnya, Panglima Zona Militer 1705 / Letkol Inf Benny Wahyudi dari Nabire mengatakan, sekitar 300 personel TNI AD di Intan Jaya menjamin keamanan masyarakat dari ancaman penyerangan KKB.

“Anggota TNI di sana membuat perbatasan untuk menjamin keamanan Kabupaten Sugapa. Kami jamin pelayanan publik Intan Jaya tetap berjalan seperti biasa,” kata Benny.

Sebby Sambom, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Kemerdekaan Papua (TPN OPM), bertanggung jawab atas penembakan di desa Mamba pada hari Senin. Serangan itu dipimpin oleh Sabinus Waker.

Ia menegaskan, TPN OPM akan terus melakukan penyerangan peralatan keamanan dan telah terbukti banyak pihak yang bekerjasama dengan peralatan TNI-Polri. Sebi berkata: “Jika pemerintah Indonesia memulai negosiasi dengan TPN OPM di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa, kami akan menghentikan penyerangan.”

Sejauh ini, sejak awal tahun ini, sudah ada tujuh aksi skala penuh di Papua. Pertama, anggota KKB membakar pesawat pilot PK-MAX di Bandara Kampung Pagamba, Kecamatan Mbiandoga, Intan Jaya.

Tahap kedua adalah penembakan dan pembunuhan terhadap prajurit kedua Agus Kurniawan di kawasan Titiji, Kabupaten Intan Jaya pada 10 Januari 2021. Operasi ketiga adalah penembakan terhadap prajurit pertama Roy Vebrianto dan prajurit pertama Agus Hamdani hingga kematiannya pada 22 Januari 2021.

Operasi keempat KKB adalah menembak dan membunuh seorang warga bernama Boni Bagau di Desa Agapa, Intan Jaya, Sabtu (30/1/2021). Kelima, Senin (8/2/2021), Ramli terluka dalam insiden penembakan di Bilogai, Distrik Suqapa.

Keenam, Praka Hendra Sipayung terluka dalam insiden penembakan di Desa Mamba, Jumat (12/2/2). Terakhir, penembakan yang menyebabkan tewasnya Prada Ginanjar pada hari Senin.