Fakta Tesla Lebih Pilih Bangun Pabrik di India Ketimbang di Indonesia

Fakta Tesla Lebih Pilih Bangun Pabrik di India Ketimbang di Indonesia – Menurut laporan, Tesla Inc pembuat mobil listrik Elon Musk, lebih berminat berinvestasi di India daripada di Indonesia. Ada rumor yang menyebutkan bahwa Tesla, perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat, akan membangun pabrik mobil listrik di Karnataka, India selatan.

Fakta Tesla Lebih Pilih Bangun Pabrik di India Ketimbang di Indonesia

Sumber : solopos.com

irregulartimes – Dokumen pemerintah India mengatakan: “Perusahaan Tesla Amerika akan membuka pabrik mobil listrik di Karnataka.”

Lantas, apakah pemerintah Indonesia gagal menarik Tesla untuk berinvestasi di Tanah Air? dikutip dari Okezone, berikut Fakta menarik seputar investasi Tesla di Indonesia pada Minggu (21/2/2021).

1. Tesla Bangun Pabrik di India

Sumber : otomotif.kompas.com

Menurut laporan, Tesla, perusahaan mobil listrik dari Amerika Serikat, akan mulai membangun pabrik mobil listrik di Karnataka, India selatan.

Dokumen pemerintah India mengatakan: “Perusahaan Tesla Amerika akan membuka pabrik mobil listrik di Karnataka.”

Tesla sedang melakukan uji tuntas pada real estate perkantoran di wilayah Bangalore dan berencana membangun fasilitas penelitian dan pengembangan.

Tesla telah fokus di Bangalore karena akan menjadi pusat kendaraan listrik dan bakat manufaktur dirgantara.

Baca juga : Fakta-fakta KKB Masuk Kota di Intan Jaya

2. Ini Kata Kemenko Marves

Sumber : hallo.id

Septian Hario Seto, Perwakilan Koordinasi Penanaman Modal dan Pertambangan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal, mengomentari hal itu meski tidak merinci lebih lanjut.

Dia mengatakan kepada MNC Portal Indonesia: “Maaf, saya memiliki perjanjian non-disclosure (perjanjian yang tidak dapat diungkapkan kepada publik. Tidak ada informasi yang dapat diungkapkan.”

Menurut Septian Hario Seto, Wakil Presiden Koordinasi Investasi dan Pertambangan Departemen Koordinasi Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Tesla akan bekerja sama di bidang sistem penyimpanan energi (ESS).

3. Tanggapan Kementerian Luhut

Sumber : money.kompas.com

Dari perusahaan mobil listrik Amerika, Tesla Inc. Menurut laporan, pihaknya akan mulai membangun pabrik mobil listrik di Karnataka, India selatan.

Dokumen pemerintah India berbunyi: “Perusahaan Tesla Amerika akan membuka pabrik mobil listrik di Karnataka.”

Lantas, apakah rencana pemerintah Indonesia untuk menarik investasi Tesla di Indonesia gagal? Septian Hario Seto, perwakilan Kementerian Koordinasi Penanaman Modal dan Koordinasi Penanaman Modal (Kemenko Marves), mengomentari hal tersebut meski tidak merinci.

“Maaf, saya punya non-disclosure agreement (perjanjian yang tidak bisa dibuka ke publik. Belum ada informasi yang bisa diungkapkan,” ujarnya kepada portal perusahaan multinasional Indonesia, Selasa (18/2/2021).

Sebelumnya, Departemen Koordinasi Marves telah menerima proposal rencana investasi Tesla. Menurut Septian, Tesla akan bekerja sama di bidang sistem penyimpanan energi (ESS).

Ia mengatakan pada conference call tersebut: “Ada kerjasama lain dengan Tesla yaitu di bidang ESS. Oleh karena itu ESS ini ibarat baterai bertenaga ponsel. Tapi kapasitasnya sangat besar dengan kapasitas puluhan megawatt.”

4. Kata Bos BKPM Soal Tesla Condong Pilih India

Sumber : merdeka.com

Ada rumor bahwa Tesla akan memilih India untuk berinvestasi di pabrik baterai kendaraan listrik (baterai EV). Meski demikian, pemerintah Indonesia masih bernegosiasi untuk mewajibkan Tesla mendirikan industri mobil listrik di dalam negeri.

Bahlil Lahadalia, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), tetap optimistis pemerintah bisa menarik Tesla ke Tanah Air. Selanjutnya, Bahlil berbagi pengalamannya membujuk LG untuk berinvestasi di Indonesia.

“Jadi kalau orang bernegosiasi bisnis dan membuat kesepakatan, pasang surut. Dunia belum berakhir, jangan pesimistis,” teriak Bahlil dalam conference call, Rabu (24/2).

Dia berkata: “Proyek ini masih dalam proses. Seperti negosiasi saya dengan LG, air pasang juga tinggi. Setahun kemudian, situasinya jelas.”

Negosiasi Masih Berjalan

Ballil mengatakan, proses negosiasi saat ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal, Luhut Binsar Pandjaitan.

Dia menambahkan: “Tapi saya ingin menyampaikan ini. Ini masih bisa dinegosiasikan dan tidak ada yang akan pergi. Jika Anda pergi, Anda akan segera pergi. Ini masih proses.”

Ia pun meminta dukungan agar Tesla nantinya bisa berinvestasi dalam pendirian pabrik baterai EV di Indonesia.

Apalagi setelah berhasilnya implementasi Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja).

Bahlil berkata: “Jadi mohon doakan yang terbaik. Saya percaya,” UU Cipta Kerja “ini akan menciptakan suasana yang lebih baik untuk perkembangan bisnis kita, dan kemudian membangun pandangan yang positif.”

5. Alasan Tesla Lebih Memilih India

Sumber : bali.tribunnews.com

Menanggapi kabar ini, pengamat ekonomi Institute of Economic and Financial Development (Indef) Bhima Yudhistira menilai ekosistem industri kendaraan listrik India lebih siap ketimbang Indonesia. Dari segi inovasi, teknologi dan sumber daya manusia (SDM), India jauh mengungguli Indonesia.

Ketertinggalan negara Indonesia di bidang sumber daya kendaraan listrik juga diikuti dengan sistem incremental capital output rate (ICOR) atau rasio investasi untuk pertumbuhan ekonomi (output) Indonesia yang dinilai terlalu boros dalam investasi.

Kendala lainnya adalah industri kendaraan listrik. Indonesia baru mencatatkan perkembangan awal, sedangkan India sudah mempersiapkannya selama beberapa hari. Selain itu, pemerintah diyakini belum meyakinkan manajemen Tesla bahwa ekosistem kendaraan listrik memiliki potensi besar.

6. RI Masih Punya Peluang Ciptakan Mobil Listrik

Sumber : id.berita.yahoo.com

Piter Abdullah, direktur riset Center for Economic Reform (CORE), mengatakan Indonesia tidak perlu khawatir atau khawatir akan hal tersebut.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya mineral yang melimpah sehingga masih berpeluang untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik.

“Kita tidaklah perlu mengandalkan Tesla karena sumber mineralnya ada di Indonesia. Yang utama bagaimana cara kita bisa mencari alternatif selain Tesla agar tidak harus mengandalkan sendiri. Makanya kita tidak punya harapan dan tidak tidak perlu khawatir, “katanya.

Baca juga : Mantan Karyawan Elon Musk Pemilik Tesla yang Meraih Kesuksesan

7. Tesla Pilih Investasi Sistem Penyimpanan di Indonesia

Sumber : tribunnews.com

Produsen mobil listrik Amerika Tesla berencana berinvestasi di Indonesia.

Akan tetapi, Tesla hanya menginginkan berinvestasi pada sistem penyimpanan energi (ESS) terlebih dahulu, bukan pada baterai untuk kendaraan listrik.

Agus Tjahajana Wirakusumah, Ketua Tim Percepatan Proyek Aki Kendaraan Listrik Nasional, menilai Tesla berharap bisa lebih dulu menentukan iklim atau kondisi investasi negara.

Pasalnya, Indonesia merupakan tujuan investasi baru bagi Tesla. Saat ini Tesla sedang mempelajari kondisi di Indonesia. Baik itu dari masalah lingkungan hingga perburuhan.