Pertemuan di Jenewa Akan Dilangsungkan Biden-Putin

Pertemuan di Jenewa Akan Dilangsungkan Biden-Putin – Selama dua dekade berkuasa, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyaksikan bagaimana beberapa presiden AS—termasuk Demokrat dan Republik—berkomitmen untuk mengatur kembali hubungan dengan Rusia. Namun pada akhirnya semakin banyak kesulitan dalam hubungan kedua negara.

Pertemuan di Jenewa Akan Dilangsungkan Biden-Putin

 Baca Juga : Joe Biden Sodorkan Anggaran Belanja Hingga Rp33.500 Triliun

irregulartimes – Pavel Sharikov, pakar politik di Institut AS-Kanada, mengatakan: “Sejauh ini, agendanya sangat rumit dan ada banyak masalah yang berbeda. Jadi saya pikir ada kebutuhan untuk dialog.”

Kepala negara Biden memelopori usaha terkini ini, dengan berkata beliau mau menaruh ikatan Amerika- Rusia pada injakan yang lebih“ normal serta bisa diprediksi.”

Namun pertanda itu timbul sehabis Biden dalam tanya jawab tv Maret kemudian mengatakan Putin seseorang“ pembunuh,” alhasil memunculkan amarah di Rusia. Perihal ini pula berbarengan kala Kremlin memobilisasi puluhan ribu angkatan Rusia di sejauh pinggiran Ukraina.

Pengamat politik berkata peristiwa- peristiwa itu meyakinkan kalau Biden tidak dapat menyangka remeh Putin. Analis politik Kirill Rogov berkata,“ Buat apa berjumpa dengan seseorang pembunuh? Kamu seolah tidak memiliki opsi buat melakukan pertemuan dengan seseorang atasan, tidak hanya untuk keamanan garis besar. Jadi Putin puas sudah memenangkan sesi ini serta melakukan pertemuan, apapun yang diulas ataupun yang tidak diulas dalam pertemuan itu.”

Putin sudah mengantarkan harapannya supaya pertemuannya di Jenewa hendak menolong“ menormalisasi” ikatan.“ Kita hendak mangulas ikatan bilateral. Aku duga kita sepatutnya menciptakan metode buat menuntaskan perihal ini. Dikala ini ikatan kita terletak di tingkatan yang amat kecil.”

Di balik konflik ini, amarah Amerika kepada asumsi aduk tangan Rusia dalam pemilu kepala negara Amerika tahun 2016 sudah mengakibatkan dijatuhkannya ganjaran serta pengusiran duta.

Amerika pula mendakwa Rusia terletak di balik serangkaian serbuan bumi maya baru- baru ini kepada prasarana Amerika. Rusia sudah melawan perihal itu.

Kenyataannya, Kremlin berkata Amerika yang malah melaksanakan aduk tangan. Dakwaan yang sudah dipakai buat membetulkan aksi kekerasan kepada melonjaknya ketidakpuasan di dalam negara serta kepada negara- negara pro- Barat di negara- negara orang sebelah, semacam Belarus.

Ahli di Universitas Eropa di St. Petersburg, Ivan Kurilla berkata,“ Bagi aku, Putin menginginkan Amerika selaku kompetitor untuk tujuan dalam negeri, namun pada dikala yang serupa beliau menginginkan Amerika selaku kawan kerja global.”

Amerika serta Rusia sudah membuktikan kalau kedua negeri bisa menjembatani perbandingan kala terpaut isu- isu yang lebih mendunia, semacam pengaturan senjata; misalnya dengan memanjangkan akad Mulai yang terkini pada hari- hari awal rezim Biden.

Mulai merupakan kependekan dari Strategic Arms Reduction Treaty ataupun Akad Penurunan Senjata Penting. Akad yang ditandatangani pada 2010 ini ialah alas pengaturan senjata di bumi. Akad ini menghalangi jumlah asal meletup nuklir yang ditempatkan oleh Amerika serta Rusia, ialah tiap- tiap 1. 550 asal meletup. Begitu pula jumlah peluru kendali di bumi serta di kapal selam, dan pesawat- pesawat pembom.

 Baca Juga : Daftar Partai Politik di Belize Amerika

Unit Luar Negara pada dini Februari 2021 berkata Amerika hendak memakai perpanjangan akad Mulai yang terkini itu buat membenarkan pemisahan semua senjata nuklir Rusia. Perpanjangan ini legal buat 5 tahun, serta disetujui sehabis rezim Trump menarik diri dari 2 akad seragam, yang ialah bagian dari pembatalan diri Amerika dari perjanjian- perjanjian global.

Melainkan bila terdapat akad kejutan, banyak yang memandang perjanjian buat mengembalikan diplomat- diplomat yang diusir selaku metode yang sangat bisa jadi buat meneruskan dialog di luar Jenewa, serta mengarah hari- hari yang lebih bagus pada era kelak.